Menjadi Istri Guru GOntor itu berat

September 8, 2014

“Gontor itu sudah puluhan tahun berdiri dan menerapkan kaderisasi. Dulu susah sekali menemukan kader di Gontor ini. Karena Gontor memang berprisnip Berjuang, to Give, sampai mati. Kesejahteraan itu diperhatikan, tapi bukan tujuan utama. Nah, sekarang ini Alhamdulillah Gontor sudah maju,kesejahteraan Guru meningkat, maka berbondong-bondonglah orang yang mau jadi kader. Saya takutnya mereka melihat kepada kesejahteraannya, bukan pada perjuangannnya, bukan kepada proses To Give-nya, bukan kepada proses tanpa pamrihnya. Semoga saja dugaan saya ini salah 100%. Maka itu, Gontor punya cara tersendiri, punya ciri tersendiri untuk mengatur kader. Maka diaturlah bahwa kader itu harus 100% tunduk kepada pimpinan dan pengasuh Gontor, tanpa reserve. Sampai “milih bojo” sekalipun, harus sepersetujuan pimpinan. Saya masih ingat pak sahal bertanya setengah menyindir : “Dadi bojone Kader kuwi abot, lha kuwi arep ngrewangi opo arep Ngrusuhi??” (Jadi istri kader itu berat, itu mau membantu atau merusak?). Jadi aturan ini dibuat berdasarkan pengalaman Gontor, bukan pengalaman baru kemarin sore, tapi pengalaman yang sudah bertahun-tahun….”

(KH Hasan Abd Sahal, ketika penanda tanganan Kader)

Demi Allah, ini berat sekali. Saya merasakan berat sekali. Dan saya tidak sanggup menanggungnya, Astaghfirullah….Semoga teman-temanku yang memilih berjuang sebagai kader di Gontor bisa Istiqomah, berjuang, ikhlas, lillah…Gontor memang terlalu besar untuk debu kecil dan kotor seperti saya..Semoga saya bisa lebih memperbaiki diri lagi ketika diluar seperti sekarang ini…

Iklan

Kebersihan di Gontor

Juni 3, 2014

image

Ini lah Gontor, kampung damai itu. Ini adalah suasana keseharian, bukan dibuat-buat ketika mau difoto lalu dibersihkan dulu, ditata, diperbaiki, lalu setelah selesai foto berantakan lagi.
Baca entri selengkapnya »


Naehat wanita Pak Hasan

Juni 1, 2014

“Kalau di uji dengan harta, maka Insya Allah anak-anakku sudah seiap menghadapinya, karena di sini kalian sudah diajarkan bagaimana berkerja dan beramal dengan penuh keikhlasan itu. Kalau di Uji dengan Tahta, Insya Allah anak-anakku sudah siap menghadapinya. Karena di Gontor sudah dilatih dan dibina di organisasi, di naikkan, diturunkan,
Baca entri selengkapnya »


Suasana Ujian di Gontor

Mei 31, 2014

ujian di gontor

Ini saat liburan menjelang Ujian di Gontor. Liburan betul-betul untuk belajar. Para santri belajar di luar kelas, dengan Guru-guru bekeliling seantero kampus untuk menjawab pertanyaan tentang pelajaran yang belum difahami santri. Yup, Gontor menyebutnya sebagai PESTA, karena ini lah saatnya pengetahuan santri itu diuji, apa sudah layak naik tingkat atau belum…

“….bahkan ada yang sakit kepala dan demam, jadi sembuh karena belajar habis-habisan….” (KH Imam Badri)


Gontor diserbu PKI tahun 1948

Januari 30, 2014

Gontor 1948…Ketika meletus pemberontakan PKI di Madiun, Gontor yang cuma berjarak 30 KM dari Madiun terkena dampaknya. Banyak para santri yang tidak mendapat kiriman uang dari orang tuanya, sehingga para Kyai harus berkorban.

Ibu Sutikah (Istri KH Ahmad Sahal) haruslah menjual perhiasan emasnya untuk biaya hidup para santri. Ibu Zarkasyi bahkan harus menjual satu2nya mesin jahit yang beliau miliki untuk perjuangan.

Tapi apa daya, PKI dan kekuatannya telah sampai di Ponorogo. Maka diaturlah perjalanan Hijrah ini atas inisiatif para santri. Pak Sahal dan Pak Zarkasyi akan di ungsikan ke timur, ke arah Gua Kusumo (di daerah Suren, saat ini) beserta keluarganya. Sedangkan pondok akan dijaga oleh KH Rahmat Soekarto, sebagai kakak tertua sekaligus lurah di Desa Gontor, dan beberapa orang santri yang menyamar jadi pak Zar dan Mbah Sahal. Baca entri selengkapnya »


Professionalitas Mbah Sahal, menanti Pak Zar untuk menyusun Kurikulum

Januari 29, 2014

kh-ahmad-sahal

KH Ahmad Sahal  sejak semula sudah dipandang sebagai Kyai yang disegani masyarakat.

Mbah Sahal, demikian beliau biasa di panggil, adalah seorang Kyai dengan tauhid dan aqidah yang luar biasa, mengingat jaman itu khurafat dan kemusyrikan merajalela.

Beliau adalah salah satu Kyai yang berani mengacak-acak sebuah tempat pemujaan di Selatan kota Ponorogo. Yang disitu terdapat sebuah patung kepala Raksasa yang di keramatkan, dan semua orang takut datang ke situ.

Dengan berani beliau datang ke tempat itu, bahkan menduduki patung itu dengan berani, untuk menunjukkan bahwa patung-patung itu benda mati yang “La Yanfa’ wa laa Yadlurru” (Tidak bermanfaat dan tidak berbahaya)  Baca entri selengkapnya »


Kenapa di Gontor tidak ada Organisasi Wali Murid

Januari 20, 2014

calon pelajarSebagaimana layaknya sekolah-sekolah lain, biasanya akan dibentuk lembaga orang tua murid atau semacamnya, untuk memberi masukan kepada sekolah tentang proses pendidikan yang terbaik. Tapi ini tidak terjadi di Gontor, kenapa? Baca entri selengkapnya »