Gontor diserbu PKI tahun 1948

Gontor 1948…Ketika meletus pemberontakan PKI di Madiun, Gontor yang cuma berjarak 30 KM dari Madiun terkena dampaknya. Banyak para santri yang tidak mendapat kiriman uang dari orang tuanya, sehingga para Kyai harus berkorban.

Ibu Sutikah (Istri KH Ahmad Sahal) haruslah menjual perhiasan emasnya untuk biaya hidup para santri. Ibu Zarkasyi bahkan harus menjual satu2nya mesin jahit yang beliau miliki untuk perjuangan.

Tapi apa daya, PKI dan kekuatannya telah sampai di Ponorogo. Maka diaturlah perjalanan Hijrah ini atas inisiatif para santri. Pak Sahal dan Pak Zarkasyi akan di ungsikan ke timur, ke arah Gua Kusumo (di daerah Suren, saat ini) beserta keluarganya. Sedangkan pondok akan dijaga oleh KH Rahmat Soekarto, sebagai kakak tertua sekaligus lurah di Desa Gontor, dan beberapa orang santri yang menyamar jadi pak Zar dan Mbah Sahal.

Akhirnya berangkatlah rombongan Hijrah Kyai Gontor ke arah timur menuju Gua Kusumo (saat ini lebih dikenal dengan Gua Sahal). Dengan untaian air mata karena meninggalkan Pondok tercinta. Saat itulah tercetuslah ucapan dari Mbah Sahal : LABUH BONDO, LABUH BAHU, LABUH PIKIR, LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN (Korban Harta, Korban Tenaga, Korban Fikiran, jika perlu nyawa sekalian akan aku berikan)…

Akhirnya PKI benar-benar datang. Mereka merusak pesantren yang baru saja tumbuh kembali itu. Mengeluarkan dan membakar kasur-kasur santri. Menyiksa santri yang jadi penunggu pondok.

Tapi tidak bisa masuk ke pendopo (sekarang kantor pusat pengawas Bahasa). KH Rahmat Soekarto, yang menjadi Jangkar awal menjaga pondok dan dikenal punya kemampuan ilmu batin yang mumpuni seakan tidak mengizinkan rumah tinggal TRIMURTI (Sebutan untuk tiga pendiri Gontor) diacak-acak oleh PKI.

Akhirnya setelah puas memporak-porandakan pesantren Gontor, para PKI itu tidak menemukan dua Kyai-nya yang sudah Hijrah, jutsru mereka yang kemudian dihancurkan oleh pasukan Siliwangi dan Lasykar Hizbullah…dzoharo al-haq wa zahaqo al-bathil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: