Definisi Keikhlasan di Gontor

KH. Imam Zarkasyi

Muhammad Athiyah Al-Abrasi, seorang ahli pendidikan dari Mesir berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah pembentukan akhlakul karimah yang merupakan fadhilah dalam jiwa anak didik. Sehingga anak akan terbiasa dalam berfikir dan berperilaku insaniah, berpegang pada moralitas tinggi tanpa memikirkan keuntungan-keuntungan material.

Dengan kata lain, menurut Al-Abrasi tujuan pendidikan Islam adalah manusia yang berakhlak mulia.Sebenarnya ada banyak tujuan pendidikan Islam yang dikemukakan para ahli, namun semuanya berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya sebagaimana firman Allah dalam surat at Takwir ayat 27.

Pencapaian tujuan pendidikan tersebut tidak terlepas dari rasa ikhlas, dalam beramal dan berjuang guna terlaksananya pendidikan. KH Imam Zarkasyi selalu menekankan ketiga hal tersebut kepada para ustad dan santri-santrinya.

“ Apa yang kami didikkan kepada santri? Kami mendidik mereka supaya mengerti makna keikhlasan, amal, dan perjuangan. Anak-anak sekolah Belanda dan pemerintah tidak pernah mendengar hal-hal seperti itu. Mereka takut untuk meneriakkan arti cinta bangsa, negara dan agama.

Ini sangat berbeda dengan suasana di Gontor. Saat ini dan selamanya, jiwa keikhlasan dalam beramal dan berjuang harus menjadi pegangan para santri guna meninggikan agama Allah SWT. Itulah arti membela agama yang sesungguhnya”.

Semua perbuatan baik itu mengajar atau diajar, mendidik atau dididik memerlukan jiwa keikhlasan. Bagi KH Imam Zarkasyi mendidik atau mengajar merupakan amal kebajikan yang memerlukan perjuangan.

KH Imam Zarkasyi mengibaratkan dengan rasa kepemilikan terhadap pondok. Semua santri, guru atau keluarga boleh merasa memiliki pondok. Namun ada yang lebih berhak mengatur segalanya yaitu Badan Wakaf selaku nadzir dan pimpinan pondok.

Semuanya harus siap dan mau berbuat demi kemaslahatan pondok li ‘ilai kalimatillah (meninggikan kalimat syahadat).

Mendidik artinya rela mengorbankan sesuatu untuk menjadi sarana pendidikan. Keikhlasan dalam mendidik akan menjadi rabuk (pupuk) kekuatan untuk menjaga, memperjuangkan dan mengembangkan apa yang menjadi tujuan pendidikan tersebut.

gontor

Dalam mendidik, seorang guru hendaknya tidak mengharapkan balasan apapun selain kemajuan anak didiknya. Adapun upah yang diterimanya hanya dari Allah SWT.

“Hal yang wajib kita syukuri, meski kami tidak mengenal patokan gaji melainkan honorarium sekedarnya, guru-guru tetap dapat hidup layak.

Dengan keikhlasan sedemikian, pondok senantiasa terlindungi dan rezeki terus mengalir sehingga dapat membantu para guru secara materi.

Tetapi ingat! Itu bukan upah atau gaji. Upah mereka hanya dari Allah SWT, in ajriya illa ‘ala rabbi-l- ‘alamin (upah kami dari Allah) bukan dari manusia.”

Ini bukan sekedar ucapan semata namun realita yang terjadi dalam pondok Gontor. Para guru (asatidz) memang tidak mengenal adanya upah atau pun gaji tetap, hanya honorarium sekedarnya. Namun dapat dilihat bahwa kehidupan para asatidz tersebut berkecukupan bersama keluarganya. Semua guru merasa ikhlas berkorban dan memperjuangkan pondok sehingga Allah SWT pun memberi nikmat bi ghairi hisab wa min haitsu la yahtasib (nikmat yang tak terhingga dan dari sumber yg tak terduga).

Keikhlasan itu sendiri dapat terlihat dari meleburnya para santri dari berbagai golongan. Tidak ada satu baju golongan pun yang dikenakan sehingga tidak ada perbedaan karena semuanya menyadari ini adalah bentuk pembelaan terhadap agama tanpa memandang dari golongan mana berasal.

“Selanjutnya kalau ada yang bertanya tentang murid-murid di pondok ini atau bahkan meragukan mereka, jawablah betul-betul seadanya!

Segala golongan masih ada disini; anak orang NU banyak, Muhammadiyah banyak, yang tidak NU serta Muhammadiyah banyak, anak orang golkar ada tapi tidak banyak.

Tetapi kalau sudah berada di pondok ini semua golongan tersebut melebur dan Wallahi saya sama sekali tidak tahu golongan satu persatu anak-anak ini dan demikian juga kamu tidak tahu golongan masing-masing teman kamu.

Begitulah, baju golongan semua harus dilepaskan sehingga semua tidak tahu. Allhamdulillah, ini merupakan suatu rahmat yang besar sekali sehingga kamu semua bersatu tidak ada perbedaan suku dan golongan.

Keadaan semacam ini sukar kita temukan di daerah lain, tetapi Alhamdulillah di pondok ini hal tersebut dapat diwujudkan. Jadi, kalau kamu ditanya tentang hal tersebut jawablah seadanya.”

Menurut KH Imam Zarkasyi, pendidikan itu dilaksanakan agar semuanya mengerti arti perjuangan, keikhlasan dan amal untuk meninggikan agama Allah yang berarti membela agama Allah.

Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi juga menekankan penggunaan dhomir yaitu perasaaan halus yang tercantum dalam hati untuk mengukur sesuatu.

“Undang-undang dhomir lebih tinggi dari undang-undang negara maka pakailah undang-undang dhomir karena itulah tandanya kamu manusia”.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, dhomir dapat diartikan hati nurani. Kalau tidak tahu hendak berbuat apa tanyalah dhomir karena apa yang ada dihati tidak akan keliru.

Perjuangan yang disertai keikhlasan dalam beramal, rela berkorban akan memberikan kekuatan luar biasa dalam melaksanakan pendidikan.

pak hasan
Seorang yang berilmu menurut KH Imam Zarkasyi akan mampu merasakan apa yang benar dalam dhamirnya tersebut. Semakin banyak ilmu yang dimiliki diharapkan dapat bermanfaat dan diamalkan dengan baik tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. Tanpa harus berambisi ingin selalu dikenal sebagai orang yang besar dengan kelebihan ilmu yang dimiliki, karena ukuran orang besar menurut KH Imam Zarkasyi adalah :

“orang yang mau mengajar (mengamalkan ilmunya) meski di surau kecil di desa terpencil sekalipun”

2 Balasan ke Definisi Keikhlasan di Gontor

  1. t shirt printing mengatakan:

    You can actually have a reason to show off if you are wearing a Burberry shirt.

    Second, you need to choose t-shirt that best meets your needs.
    These fruit of loom shirts are available in different sizes and
    styles like oxford full length, short length and
    sleeve popling shirts for both men and women.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: