Kenapa Anak Tidak Kerasan di Gontor?

Seorang ibu bertanya kepada saya tentang mengapa Anak santri Gontor Banyak yang tidak kerasan?. Kening saya berkerut, setidak kerasan apakah di Gontor??

Lalu kemudian saya jawab, kalau dia anak baru, maka sebulan sampai tiga bulan itu wajar bila tidak kerasan, namanya juga proses adaptasi. Saya saja yang orang Ponorogo selama dua minggu masih menangis kok.

Ibu ini bilang, bahwa anaknya sudah kelas dua sekarang. Aku tersenyum, ternyata putera ibu ini yang tidak kerasan, jadi tidak BANYAK.

Sebab santri tidak kerasan itu biasanya :

  1.   Masuk Gontor karena dipaksa, jadi hatinya belum mau 100% menerima dirinya sebagai santri
  2. Orang tuanya yg kurang Ikhlas melepas puteranya ke Gontor.
  3. Ada hal-hal yang biasa dia lakukan di rumah, yg itu tidak diperkenankan dilakukan di Gontor, seperti main PS, atau bermain hape, atau bisa juga PACARAN.

Kunci belajar di pesantren itu satu : IKHLAS. Santri ikhlas diajar, Guru ikhlas mengajar, Kyai Ikhlas mengasuh dan mendidik, dan orang tua ikhlas melepaskan puteranya.

Dulu saja, orang tua itu melepas puteranya ke pesantren dengan penuh harap, doa, dan keikhlasan. Sampai memberikan kain kafan kepada Kyai pesantren, dengan sebuah pemikiran luhur :

“Jika anak saya meninggal selama menuntut ilmu di pesantren, maka kafan inilah yang akan menjadi penutup tubuhnya. Saya ikhlas…Saya rela…..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: