Abu Bakar dan Umar Lebih Mulia dari Ali Bin Abi Thalib

Siapa diantara tiga sahabat ini yang lebih mulia?.

Andai hari ini Ali bin Abi Thalib masih hidup dan kita membuat pernyataan di hadapan beliau, bahwa derajat Ali lebih mulia dari Abu Bakar dan Umar, niscaya beliau pasti langsung menghukum kita.

Berikut ini adalah riwayat yang saya kutip dari Kitab Hayatushohabah Jilid 2.Suatu hari, seorang lelaki mendatangi Ali r.a. dan berkata padanya.
“Engkau adalah sebaik-baik manusia”

Ali ra. Bertanya “Apakah engkau pernah melihat Rasulullah SAW?”
“Tidak” jawab orang itu
“Apakah engkau pernah melihat Abu Bakar?”
“Tidak,”
“Bila saja kamu menjawab pernah melihat Rasulullah SAW, aku pasti membunuhmu. Dan bila kamu tadi menjawab pernah melihat Abu Bakar dan Umar, aku pasti akan menjatuhkan hukum had untukmu” 
Ucap Sayyidina Ali r.a

Suatu hari, datang juga Suwaid bin Gaflah menemui Khalifah Ali untuk mengadukan perihal suatu kaum yang merendahkan Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Setelah mendengarkan kabar tersebut, Khalifah Ali langsung naik ke mimbar dan berpidato

“Apa yang terjadi dengan orang-orang yang merendahkan dua orang penghulu Quraisy dan dua pemimpin kaum muslimin, sungguh aku tidak bertanggung jawab dari yang mereka ucapkan, dan mereka berhak untuk dihukum.

Demi Dzat yang memecah biji-bijian dan meneruskan darinya keturunan tumbuhan. Tidak ada yang mengasihi keduanya melainkan orang yang bertakwa, dan yang membencinya keduanya adalah orang-orang yang melakukan kejahatan yang nyata.

Mereka berdua adalah sahabat Rasulullah yang selalu membenarkan setiap ucapan beliau dan menaati setiap perintahnya. Setiap perintah mereka berdua, larangan mereka dan keputusan mereka, tidak ada yang bertentangan dengan Rasulullah SAW.

Belum pernah Rasulullah begitu menyukai pendapat, sebagaimana beliau menyukai pendapat Abu Bakar dan Umar. Dan cinta beliau kepada Abu Bakar dan Umar tidak seperti kepada yang lainya.

Semasa hidupnya Rasulullah menyayangi keduanya, dan umat pun tahu tentang itu, sehingga mereka rela dipimpin Abu Bakar dalam sholat. Ketika Allah mengambil ruh Nabi-Nya, umat mengangkatnya sebagai Khalifah dan membayarkan zakat kepadanya sebagaimana sholat menjadi makmum untuknya.

Aku adalah orang pertama dari Bani Abdul Muthallib yang dicalonkan menjadi khalifah, dan sungguh Abu Bakar tidak suka pada jabatan khalifah dan dia sangat senang andai aku mau menggantikanya,

Demi Allah, beliau adalah yang terbaik dari yang ada, yang paling lembut, paling penyayang, paling wara’, dan yang lebih dulu masuk islam.

Rasulullah menyerupakan sifatnya (Abu Bakar) laksana malaikat Mikail dari segi kelembutanya dan laksana Ibrahim dari segi pemaaf dan kehormatanya. Kehidupan beliau telah serupa dengan kehidupan Rasulullah sampai wafatnya.

Kemudian digantikan oleh Umar bin Khattab, segolongan manusia ada yang mendukungnya dan ada yang menolaknya, sedang aku termasuk golongan yang mendukungnya. Demi Allah!, ketika Umar meninggal, orang yang semula membencinya pasti sudah berubah mencintainya.

Pemerintahan Umar telah sesuai dengan manhaj Rasulullah dan para sahabatnya, laksana anak unta yang mengikuti langkah kaki induknya. Demi Allah!, dia manusia terbaik dari yang ada, rasa persaudaraanya, kasih sayangnya, dan penolong bagi yang terdzolimi.

Allah telah menetapkan kebenaran dalam ucapanya, sampai kami mengira bahwa para malaikat pun pasti menuruti perintahnya. Allah telah menguatkan Islam dengan keislamanya. Dan hijrahnya sebagai pertanda kebangkitan Islam. Allah menanamkan ke dalam hati orang-orang yang beriman rasa cinta untuknya dan rasa takut untuk orang-orang munafik.

Rasulullah mengumpamakan dirinya (Umar) laksana malaikat Jibril yang selalu tegas dan keras terhadap musuh Allah. Dan laksana Nabi Nuh yang tidak berbelas kasih terhadap orang kafir.

Maka siapa diantara kalian yang serupa dengan mereka berdua? Kalian tidak akan dapat mencapai derajat mereka kecuali dengan mencintai mereka dan meneladani jejak langkahnya.

Maka siapa yang mencintai Abu Bakar dan Umar bin Khattab berarti telah mencintai aku. Yang membenci mereka berarti telah membenciku dan aku berlepas dari baiat orang-orang yang membenci mereka berdua.

Jika aku memberikan hukuman kepada orang yang menentang mereka, maka aku akan menghukum mereka dengan sekeras-kerasnya. Siapa saja yang dibawa ke hadapanku berkaitan dengan perbuatan itu, maka akan memperoleh hukuman sebagaimana hukuman kepada seorang pendusta.

Sesungguhnya!, orang terbaik dalam umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar dan Umar kemudian sesudahnya hanya Allah yang mengetahui. Demikian khutbahku ini dan semoga Allah mengampuni kita semua”

sumber: kitab hayatuss shohabah jilid 2, karya Muhammad Yusuf Kandahlawi

Satu Balasan ke Abu Bakar dan Umar Lebih Mulia dari Ali Bin Abi Thalib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: