Menjaga Sholat Subuh Berjamaah Itu Penting

abdullah-syukri-zarkasyi“Bila kamu terlambat sholat subuh secara berjamaah, maka kamu juga akan terlambat mendatangi sholat wajib lainya secara berjamaah”

Selepas subuh di bulan Ramadhan di akhir millenium baru, tahun 2000.  Ribuan pasang mata santri kelas lima yang memang tidak diizinkan pulang selama liburan ramadhan berusaha keras menahan kantuk selepas sholat subuh.

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuhu.
Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakutuh.

Sebuah salam yang khas dan menggelora menyentakkan ratusan kepala yang sedang menahan kantuk. Tak ada yang menyangka bila kultum hari ini akan diisi langsung oleh KH. Abdullah Syukri.

Sebuah kejutan, surprise dan tentunya letupan ribuan semangat yang tiba-tiba menyengat layaknya aliran listrik.

“Anak-anakku, saya tahu betapa kalian selama bulan ramadhan ini capek. Pagi hari kalian harus mengadakan musyawarah kerja untuk merumuskan disiplin pondok satu tahun ke depan.
Lalu sore hari membersihkan setiap sudut pondok. Selepas berbuka dan sholat tarawih, kalian kembali bekerja ada yang mengecat seantero pondok, ada yang memasak untuk sahur dan lain-lain.”

“Subhanallah, Allahu Akbar, Jazakumullah”

Hening sebentar, Kyai Syukri menatap satu per satu santri

“Bila ada yang tidur tolong dibangunkan. Yang masih ngantuk, niatkan di hati untuk tidak ngantuk pasti nggak akan ngantuk lagi”

Kyai Syukri kemudian melanjutkan

“Anak-anakku, saya tahu selepas makan ketika sahur tadi, pasti bawaanya ngantuk. Tapi Alhamdulillah, anak-anak tidak satu pun yang membolos sholat subuh berjamaah pagi ini.

Jangan membiasakan untuk tidur selepas sahur karena nanti bisa terlewat sholat subuh berjamaah. Sholat subuh berjamaah itu adalah ruh kalian dalam mengarungi hari. Kalau kalian terlambat sholat subuh secara berjamaah, maka kalian juga akan terlambat mendatangi sholat wajib lainya secara berjamaah.

Kalau kalian mengawali hari dengan melanggar disiplin. Pasti kalian juga akan dengan mudah melanggar disiplin lainya. Bila sholat subuh kalian remehkan, pasti pekerjaan lain pun akan dengan mudah kalian remehkan.

Meremehkan hanya berbeda tipis dengan berkhianat. Kalau perintah Allah saja kalian remehkan, mungkin saya dan pondok ini juga kalian remehkan.

Anak-anakku

Jangan seperti orang Mesir, orang mesir kalau bulan Ramadhan itu malasnya minta ampun. Selepas sholat subuh mereka tidur, jalanan di mesir dari subuh sampai jam 8 pagi itu sepinya minta ampun.

Ramadhan bukan saatnya bermalas-malasan. Perang Badar terjadi ketika Ramadhan, Sholahuddin Al-Ayyubi merebut Jerussalem ketika bulan Ramadhan bahkan proklamasi Indonesia juga di bulan ini.

Makanya kalau sekarang orang-orang Arab belum bisa menang melawan Yahudi Israel ya wajar, lha wong ketika bulan Ramadhan mereka bermalas-malasan. Padahal pertolongan Allah itu yang paling dekat ya ketika bulan Ramadhan.

Bulan ramadhan bukan bulan untuk tidur, liburan dalam falsafah gontor bukan tidur, bukan pula seperti kuda lepas dari kandangnya terus semaunya sendiri.

Mentang-mentang liburan, terus selama Ramadhan sak karepe dewe di pondok? tidak!. Pondok boleh liburan, tapi disiplin dan sunnah pondok tidak pernah libur.

Termasuk sholat berjamaah, jangan mentang-mentang liburan terus sholat sendiri-sendiri di kamar, itu khianat!, mengkhianati saya yang memimpin pondok, termasuk juga mengkhianati Allah. Kalau dulu zaman Rasulullah, orang yang berkhianat itu boleh dibunuh.”

……

Mentari beranjak tinggi, Kyai Syukri pun menyudahi ceramahnya.

Note: Mutiara Hadist Nabi

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Usman bin Affan  berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: