Ritual Muhadlarah

Selepas sholat Isya di malam Jum’at seluruh santri kelas 1-4 akan langsung berbondong-bondong mendatangi kelas muhadlarahnya masing-masing. Inilah ritual muhadlarah tempat dimana mental santri untuk mendengar, berekspresi dan berbicara digembleng. Mental-mental “kemaluan” dikeluarkan untuk diganti dengan mental keberanian.

Kegiatan muhadlarah dilaksanakan pada Ahad malam untuk bahasa Inggris, Kamis siang untuk Bahasa Arab dan klimaksnya adalah Kamis malam untuk Bahasa Indonesia. Klimaks, karena pada kamis malam ini santri akan berbicara dengan bahasa yang selama ini diharamkan diucapkan.

Ekspresi-ekspresi terpendam akan terungkapkan. Tak ada lagi keterbatasan kosakata yang membuat pembicara terpatung di podium. Inilah waktu yang tepat untuk mengungkapkan segala kekesalan karena disiplin. Setiap tahun singa-singa podium akan bertarung untuk menjadi yang terbaik dalam lomba pidato pondok.

Prosesi muhadlarah terlihat sederhana dan dapat diaplikasikan oleh setiap pesantren. Tapi tidak di bumi Gontor, apabila bila dirunut ritual muhadlarah tersebut. Sangat sakral, rumit dan banyak aturan adat Gontor yang tabu untuk dilawan.

Selama ritual muhadlarah berlangsung akan ada santri kelas lima yang mengawasi, mengarahkan dan membimbing baik dari segi bahasa maupun yang lainya.Kualitas pengawasan menjadi terjamin mutunya karena adanya pengawasan bertingkat. Pengawas ruangan diawasi oleh Bagian Pengajaran OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) dari segi kedisiplinan dan teknis pelaksanaan muhadloroh. Sedangkan Bagian Peningkatan Bahasa OPPM mengawasi kualitas bahasa.

Selama proses mengawasi pengawas, Bagian Pengajaran OPPM yang pengurusnya adalah santri kelas 6, akan diawasi secara langsung oleh ustad-ustad Pembantu Pengasuhan Santri dan ustad yang ditunjuk sebagai Musyrif Muhadarah. Sedangkan Bagian Bahasa OPPM diawasi oleh ustad-ustad di Language Advisory Council.

Setiap level pengawasan hanya boleh memberikan hukuman sesuai “adat” Gontor. Pengawas dari kelas lima hanya boleh memarahi/menasehati tidak diperkenankan memukul. Hukuman yang berlaku bagi pengawas adalah berupa pukulan rotan yang disajikan di kantor Bagian Pengajaran/Bagian Bahasa. Sedangkan pencopotan yang biasanya disertai penggundulan adalah menu ancaman bagi Bagian Pengajaran dan Bagian Bahasa bila lalai atau melebihi wewenang.

Santri kelas lima dan enam yang tidak mendapat peran dalam proses kepengawasan tadi, akan mendapat jadwal untuk mengikuti diskusi mingguan dan masuk perpustakaan. Pengaturan jadwal dalam hal ini akan mesinergikan tiga bagian, Bagian Perpustakaan, Forum Pengembangan Potensi Wawasan Santri (FP2WS) dan Bagian Pengajaran. Setiap keputusan dari ketiga sinergi ini harus disetujui oleh Musyrif Muhadarah dan staff Pembantu Pengasuhan Santri.

Kehebatan lain dari ritual ini adalah ketaatan santri pada hukum adat, tepat waktu.

3 Balasan ke Ritual Muhadlarah

  1. muza mengatakan:

    ritual muhadhoroh ya?hmhmhmhm kayanya bisa izin ke kismu talim deh gampang caranya ke BKSM trus bilang ma dokternya dok saya sakit (apakek ngehujjah gitu lho.red)trus minta surat istirahat di kamar biz itu pergi deh kekismu tallim dijamin makbul deh terbukti nisbatan bada magrib tobur istizan fi kismu talim fabana ghoiru maqbul ihhh asapann jiddan hehehehehehehe shohih am la?

  2. ROZI KEMBARA mengatakan:

    SINGGAH INI TUBUH YANG PERNAH JUGA MENGEMBARA DI KAMPUNG”yang katanya”DAMAI………….

  3. nk mengatakan:

    tolong kch tw teknis pelaksanaannya…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: