Ada kecamuk dalam hati ketika sebuah impian yang coba saya wujudkan dihadapkan pada pilihan untuk menjadi seorang “penduduk” di tengah emas hitam. Awal Mei 2008 surat pengunduran diri saya kepada Kolonel Ahmad al-Khulaifi ditolak dengan sebuah nasihat, “Kenapa harus mundur, enam bulan lagi kamu saya ajukan untuk masuk ke sekolah kepolisian. Ada tunjangan anak, istri, rumah dan mobil. Sudah, pikirkan lagi saja” Baca entri selengkapnya »
KRONOVELI KASUS ANTASARI AZHAR (Part I)
Mei 6, 2009
Sebuah Hari di dalam Gedung Perkantoran pada Kecamuk Hati
Istri ada tiga
Sekarang udah jadi Direktur
Emang sih BUMN, tapi cuma kelas 2
Kalau nggak cepat-cepat promosi ke atas, bisa keburu pension neh
Kalau ngandelin karir jelas susah, kalau mau jadi Dirut BUMN kelas I harus punya koneksi ke partai.
Tapi…mumpung lagi zamanya SBY mumpung korupsi lagi perhatian
Siapa tahu kalau gue bisa ngungkapin kasus korupsi di Rajawali gue bisa diangkat jadi dirutnya…
Kan Rajawali gede tuh duitnya…
Apalagi gue punya file-filenya…
Coba besok gue lapor ke KPK
Sebuah Siang Pada Pambungan Seluler
“Halo selamat pagi”
“Halo juga…Bang Antasari ya”
“Iya Bang Kiem”
“Lama nggak connect nih, ada apa?”
“Ada yang gawat nih bang”
“Soal apa?”
“Ladang tebu”
“Emang situ mau nggeledah juga kayak yang lain…jangan gitu dong…masak lupa situ dulu kan jadi ketua gara-gara partai gue”
“Ya nggaklah Bang, tapi ini ada ABG mau ngelaporin Ladang Tebu, ya kalau ada laporan saya juga nggak bisa ngapa-ngapain”
“Siapa itu ABG-nya sombong banget, orang baru?”
“Bukan pak, orang sulawesi tapi pengin naik pangkat, si Nas, Kepala PRB”
“Oooo..ya udah kamu handle aja dulu…ntar aku pikirin jalan keluarnya…makasih infonya”
“iya sama-sama”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh warME
Ditulis oleh warME 