TEMBORO, “KAMPUNG” MADINAH

Sampai saat ini mayoritas (seharusnya memakai kata “seluruh”) partai politik dan ormas Islam hanya mengumbar konsep dan janji tentang “apa” dan “bagaimana” sebuah konsep tatanan masyarakat yang berlandaskan syari’at Islam, atau yang lebih populer dengan sebutan “negara madinah”.

Di sisi lain, sebuah desa yang terletak diantara tiga kota, Madiun, Ngawi dan Magetan tanpa publikasi, tanpa bantuan apapun dari parpol dan ormas. Tanpa harus menunggu dukungan kebijakan pemerintah. Sukses dengan apa yang mereka sebut sebagai kampung sunnah, yaitu sebuah tatanan kampung yang mencoba meniru seperti tatanan Madinah ketika masa Nabi hidup.


Temboro, begitulah nama desa ini, meskipun berada di bumi Indonesia, ketika anda menginjakkan kaki pertama kali di desa ini yang terpancar adalah suasana padang pasir, begitu komentar orang kolot. Begitu memasuki gapura desa, terpampang jelas tulisan “Kawasan berbusana muslim”.

Dalam hal berpakaian penduduk Temboro memang kompak, para lelaki memakai gamis, dengan satu alasan, karena mereka ingin meniru idola mereka Sang Nabi Besar Muhammad. Apa itu salah?, lalu bagaimana dengan penggemar celana jeans, padahal celana itu aslinya adalah celana pekerja tambang.

Para wanita berjubah hitam panjang, di antaranya ada yang memakai purdah, cadar dan hanya sekedar mengenakan jilbab. Siapa yang mereka tiru?, tentu saja para ummahatul muslim, istri-istri nabi. Mereka tidak memikirkan apa kewarganegaraan Khadijah ataupun ‘Aisyah.

Sama seperti ketika banyak remaja putri yang mengidolakan britney, tidak hanya tidak memperdulikan dari mana asalnya britney, bahkan agamanya britney pun tidak diperdulikan. Karena britney non Islam yang boleh berpakaian aneh, sedang aku muslim, biar tidak kehilangan identitas keislaman dan kebritney-anku, tetap kupakai jilbab, tapi kupakai celana britney, yah siapa tahu ada yang mau ngasih sedekah lewat belakang, he…he…he

Kembali ke Temboro, salah satu yang menakjubkan adalah ketika terdengar suara adzan. Seluruh penduduk akan beruduyun-duyun menuju masjid, ada yang sambil bersiwak, ada yang menenteng pacul, memanggul karung penuh rumput. Lebih kurang 5000 penduduk akan memadati empat masjid yang ada. Ini adalah buah dari peran aktif Pondok Pesantren al-Fattah yang berada disisi utara dan selatan desa.

Dari puluhan Pondok Pesantren yang saya kunjungi, Temboro termasuk pesantren yang bisa membawa angin perubahan pada desa yang ditempatinya. Padahal tidak sedikit pesantren yang bahkan me-najis-kan penduduk sekitarnya. Entah dengan alasan telah terkontaminasi virus atau takut merugi secara financial bila santri jajan di warung sekitar pondok.

Menurut kebanyakan kiai yang berdomisili di Madiun dan Ponorogo, Pondok Temboro sekarang memang sedang kelihatan “nuur”-nya. Sama seperti Pondok Gontor di era kepemimpinan generasi yang pertama (1926-1984), perlu di ketahui belum ada alumni Gontor pasca era tersebut yang menyaingi kesuksesan lulusan pada era awal. Inilah yang oleh Emha Ainun Nadjib digambarkan sebagai, orang yang kebesaran baju sehingga susah berjalan.

Pondok Temboro sendiri saat ini secara de jure memang di jadikan sebagai pusat gerakan Jama’ah Tabligh (JT) di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari metode penyampaian dakwah JT Temboro yang memang lebih “adem”. JT Temboro, begitu sapaan akrab bagi anggota JT yang bermarkas di Temboro, lebih mengedepankan hikmah dan kesabaran dalam berdakwah mengajak orang untuk semakin kaffah dalam Islam.

Tentu ini melawan opini umum yang terbentuk di masyarakat adalah, bahwa orang berjubah/bergamis adalah Islam garis keras, tidak mudah bergaul dengan masyarakat umum, bermadzhab takfiri (mudah mengkafirkan orang), sedikit-sedikit haram, dan lain sebagainya. Tidaklah demikian bagi makhluk berjubah Temboro. Bila anda berkunjung kesana, sapaan hangat salam akan menyambut anda.

Saat yang tepat berkunjung adalah hari kamis. Dan sempatkan diri anda untuk mengikuti pengajian selepas maghrib bersama ribuan hadirin. Selepas pengajian, nikmati pengalaman iktikaf di masjid terluas di Karesidenan Madiun. Lalu bangun malam, dan ikutlah menangis bersama hamba-hamba Allah yang tengah menangisi dosa-dosanya.

Inilah tempat wisata religi sesungguhnya dan dijamin tidak akan pudar sebagaimana pudarnya Geger Kalong setelah kedatangan istri muda Aa Gym.

Rutenya pun gampang dicari, jika anda berniat berkunjung. Bila sampai di terminal atau stasiun Madiun. Cukup mengatakan password Temboro semua Taksi dan tukang ojek sudah tahu. Tapi bila ingin ekonomis, anda bisa berganti bus menuju terminal Maospati. Dari sini semua orang juga sudah mengenal Temboro, tarif ojek biasanya cuma Rp.7.000 doang

Bila ada niat, gak usah takut soal jamuan makan. Karena breakfast, lunch dan dinner gratis..tis..tis.. sepuasnya

Selamat ber-travelling

32 Tanggapan ke “TEMBORO, “KAMPUNG” MADINAH”

  1. Hery Azwan Berkata:

    Wah, menarik nih…
    Kapan2 kalau ada kesempatan ke sana bisa mampir nih…
    Btw, pondok sebelah masih takut kena virus ya?

  2. dz. Berkata:

    penasaran, euy. kampung “madinah” ini termasuk yang mengejawantahkan—hanya—simbol-simbol, apa termasuk yang membahas substansi….

  3. Husna Azizah Berkata:

    Semoga Alloh memberikan izin kepada saya untuk berkunjung ke TEMBORO, Amien

  4. darmono Berkata:

    bagi saya sih orang timur tengah pindah ke indonesia.sama seperti orang barat pindah ke indonesia.sama-sama bukan indonesia biar beda ama kebanyakan orang.its OK,asal gak larang orang dengan kebebasannya, hak asasinya.karena surga berbeda sudut pandangnya.setiap manusia punya kehidupan berbeda yang tidak ingin diganggu.bagi saya silahkan dengan islamnya,silahkan dengan lain-lainnya.silahkan dengan kampung pelacuran sekalipun

    • el-mamo Berkata:

      mas dar…ini bukan tentang orang Indonesia yang ke arab-arabab. Tapi ini tentang sekelompok masyarakat yang begitu yakin bahwa surga itu ada. Dan mereka juga yakin bahwa untuk mencapai kebahagian di surga mereka harus menciptakan sebuah kelompok masyarakat yang juga membawa kebahagiaan,kedamaian dan ketentraman hati. Mereka beranggapan bahwa hidup mereka diperuntukkan “mengajari” manusia seperti anda agar mendapat kebahagiaan di surga selamanya…aminn

    • Abdillah Berkata:

      Salamullah ‘alaikum
      jangan Berpandangan menurut pola pikir kita sendiri tp yg sbnrnya menurut pola pikir Ulama yg Hak..
      karena kita kan msh bodoh dlm hal agama mk jgn berpikir dan bertindak menurut nafsu dan kesenangan kita tp berpikir sesuai yg dicontohkan oleh nabi, ut mengetahui itu mk kita perlu belajar dg para ulama spy ga salah berbuat..apalagi mslh kebebasan Islam tentu ada aturan..Klo mau bebas nanti di Surga,,disitu tempatnya memuaskan nafsu (makan,minum, n syahwat) sepuas-puasnya.di dunia ada batasannya..
      Makanya saya sarankan kamu jgn Suka belajar dg org kafir atau musuh islam mengenai agama pasti sesat nantinya. Mana mungkin org akan mengajak ke suarga smentara dia sendiri terjerumus ke neraka..
      Cobalah ut belajar dan niatkan ut Perbaiki diri
      insyaallah

  5. darmono Berkata:

    pahalamu bukan pahalanya,suksesmu bukan suksesnya.
    jangan merasa dirimu contoh yamg paling baik.
    sesungguhnya setiap manusia hidup dengan aturannya masing-masing.sejahat-jahatnya manusia dengan dalih apapun memaksakan aturannya untuk jadi aturan manusia lain.TUHAN gak perlu tangan manusia untuk mengurusi aturannya. biarkan manusia mencari TUHANnya sendiri.biarkan TUHAN bekerja sendiri.jangan pernah ada yang merasa menjadi kepanjangan tangan TUHAN.

    • endi Berkata:

      orang tak kenal Allah tentulah tak kenal nabi, orang tak kenal nabi pasti tak kenal setan. aturan nabi dikira aturan setan, aturan setan dikira aturan nabi.. kasihaan deh loe.. banyak belajar agama oom jangan kebanyakan buka situs porno. biar ingat kampung akherat bukan ingat kampung pelacuran..

  6. crazyworld Berkata:

    ga jelas sdr darmono ini. anda mo provokasi disini? Sudah ketemu pak Tuhan yg anda cari? Siapa yg memaksakan aturan? Saya rasa artikel migontor kali ini artikel adem, pikiran anda sdr darmono saja yg kyknya berunsur picik dan dengki. Pencarian Tuhan dengan mendalami hakikat semesta bertanya pada Kuasa-Nya. Ato Tuhan anda teknologi? Siapa yg merasa kepanjangan Tuhan?

  7. arofah Berkata:

    assalamu alaikum………ana salah satu santri pon-pest al-fatah temboro..saya sekrng lagi mondok di magelang pond-pest an-nur,dan saya telah banyak melakukan safar ke pondok2 lain,tetapi pondok pesantren temboro tak ada duanya,pesantren yang betul2 membina desanya….hingga bukan cuman lingkungan pesantren nya saja yang brtakwa,tetapi satu desanya pun ikut brtakwa….inilah barokah dari ulama yang berdoa atas ummat……..semuga kita jaga kena percikan doa para ulama yang salih amin!!!!

  8. Aidil Berkata:

    Insya Allah ana pingin bersafar ke temboro ama keluarga ana untuk merasakan kedamaian, nur dari orang orang yang memikirkan kampung akherat amin

  9. Aidil Berkata:

    eit ketinggalan bukan hanya bersafar tapi pulang dengan membawa hidayah agama yang banyak

  10. Den Mas Berkata:

    kedamaian itu sederhana ya ma? tidak harus rumit, tidak harus idealis, tidak harus dengan semangat berkobar-kobar. intinya, lakukan kebaikan dan semua akan membaik.
    jadi pengin ke temboro, padahal sering bolak balik ponorogo-ngawi, tapi nggak sedikitpun kepikiran untuk mampir ke temboro. woke deh, lepas lebaran mungkin mampir.
    luv this article :)
    btw, ke blogku yah? rssnya sekalian :)

  11. Abu Salman Berkata:

    Assalamualaykum…..
    Subhanallah…masih ada kampung seperti itu
    Insya Allah bisa berkunjung ke kampung temboro

  12. Fittriyani Berkata:

    Subhanaallah. Meskipun cita-cita dari SMU (sejak kenal jamah tabliq) bisa mondok di temboro dan menggunakan cadar, namun karena kelemahan iman dan ketidakpahaman orang tua dengan agama sampe tamat kuliah + kerja pun endak kesampean mondok di sana dan menggunakan cadar. Tolong doakan ana ya bisa tetap istiqomah dan Allah kuatkan iman untuk menggunakan cadar. Tolong juga doakan agar Allah berikan hidahyah kepada ayahanda agar tidak membenci jamah tabliq ini dan bisa ikut serta dalam kerja dakwa ini. Aamin.

  13. tony Berkata:

    islam itu bukan hanya sekedar baju (kulit).suasana padang pasir dan gamis adalah kondisi geografis dan kultural dimana Rasulullah lahir dan di besarkan. esensi Islam yang sebenarnya bukan disana menurut saya.’
    suatu ketika saya pernah ke te temboro, namun saya tidak mendapatkan suasana seperti yang digambarkan pada tulisan di atas.
    terlepas dari itu semua, saya sangat kurang sependapat dengan pola pengajaran yang di ajarkan disana. terlebih berbicara tentang pemikiran lehidupan di dunia. Allah tidak menciptakan bumi ini sia-sia. banyak potensi yang harus digali dan di kembangkan dengan usaha dan kerja cerdas bukan hanya kepasrahan total.
    disamping itu, saya sempat melakukan investigasi terhadap beberapa santri, dari info yang saya dapatkan, tindak kekerasan kerap terjadi dalam proses pembinaan santri. ini pula yang mungkin menyebakan berita heboh yang saya dengar belakangan tentang pembunuhan warga temboro dengan membakar korban dan rumahnya oleh para santri. saya sempat konfirmasi dengan teman yang ada disana, saya malah menjawab jawaban bahwa korban memang layak dibunuh, naudzubillah..inikah kampung Islam itu, kampung yang pernah menganiaya kepala desa (info yang saya peroleh sudah terjadi lama sekali) untuk mempermalukannya di depan umum. subahanallah.
    jauh kalau mau di bandingin dengan geger kalong, apalagi amerika yang lebih menghargai hak asasi.
    selamat berbenah “kampung madinah”. jadilah kampung islami, bukan kampung dengan ciri-ciri fisik mirip islam

    • warME Berkata:

      Perkara itu saya juga dengar, tapi tolong jangan di generalisasi. Ingat, bukankah di setiap rumah ada WC sebagai tempat menampung kotoran, lalu apakah kemudian kita berhak men-generalisasi bahwa rumah kita itu kotor dan jorok karena ada WC-nya?. Tentu tidak bukan.
      Sama dengan kejadian yang menimpa sahabat saya, karena kebetulan korban adalah rekan bisnis saya dibidang seluler. Saya tidak akan menyalahkan perilaku korban yang tidak bertanggung jawab atas benih yang dia tanam kepada seorang santriwati, sehingga kakak sang santriwati menjadi “beringas”.

      Saya yakin anda juga akan berbuat demikian jika adik atau kakak perempuan anda digituin

      Toh lagipula, pihak pesantren dengan senang hati menyerahkan sepenuhnya pelaku kepada aparat.

      mengenai kekerasan dalam mendidik, saya yakin sudah ada porsinya

    • Abdillah Berkata:

      Salamullah ‘alaikum
      Saya hanya sekedar menambahkan Mas Warme kp Bp Toni.P
      Islam yg benar memang mesti seperti itu kita belajar mengamalkan Islam secara Kaffah,.kan ada perintahnya di qur’an.Dan Allah SWT telah kasih petunjuk ut mengamalkannya,,bukan hanya itu tp Allah jg Kasih semple (contoh) dlm mengamalkan agama ini. siapa dia ? Dialah Rosulullah SAW,nah ut mengamalkan agama kita mesti ikut sunnah Rosul baru amal kita lakukan disebut Amal Soleh krn ikut contoh bukan amal salah tak ikut contoh..Sunnah yg kita Amalkan targetnya seluruh sunnah nabi mulai nabi bangun Tidur sampai tidur kembali dan dari ujung kaki hingga ujung rambut. karena semua yg rosul katakan dan lakukan itu bukan atas kemauannya sendiri tp itu adalah wahyu dari ALLAH..sesuai dg firman ALLAH Di Q.S An Najm.
      Termasuk jubah ini Sunnah Rosul dlm hal berpakaian. Ini adalah pakaian nabi dan Pakaian para malaikat..Bukan Pakaian org Arab krn nabi lahir di Arab..(Apakah nabi akan pake Koteka andai Allah trnkan/lahirkan nabi di Irian Jaya..Kan tentu Tidak)Trus Mengenai Temboro Coba antum datang dg niat ut Silahturahmi/Perbaiki Diri dan hilangkan prasangka apapun dl hati..Insyaallah akan ada kesan stlh dr sana..Tp klo dtg sdh dg prasngka ga baik mk nanti akan jd ga baik semua..
      Insyaallah.

  14. badogers Berkata:

    assalamualaikum. mo tanya mohon dikoreksi, bukankah gamis itu hanya pakaian orang arab, sedangkan konteks dalam islam pakaian itu adalah yang menutup aurat. saya juga pernah dengar hadits(kalau haditsnya do’if mohon dikoreksi) bahwa nabi kalau salat itu ada yang melihat ketiaknya nabi berwarna putih2 gitu, apaka itu benar? berarti kan kalau pakai nabi pakai gamis kan nabi tidak mgkin kelihatan ketiaknya! mohon bimbingan syukron

  15. ipunk Berkata:

    Aku setuju dg mas warME…
    Temboro memang kampung suasa madinah yg bs menjawab siapa saya, dr mana dan mau ke mana? Insya Allah bermanfaat.

  16. Abdillah Berkata:

    Salamullah ‘alaikum warrohmah wal Barokah..Subhanallah saya hanya baru dengar-dengar aja tentang suasana agama di Temboro Seperti Kp Al Madinah munawwaroh,,Dan semestinya seperti inilah yg mesti kita buat di Kampung kita masing-masing hidup dengan Suasana Agama sehingga dg adanya suasana akan timbul amal-amal agama yg akhirnya nanti ALLAH pasti akan turunkan berbagai macam Keberkahan..
    Insyaallah Saya Niat untuk Silahturahmi kesana
    Mohon Doanya y…JAzakallah khoir

  17. mahfuzhur rahmann Berkata:

    saya termasuk santri cab temboro di lampung ,yang ins. saya akan ngelanjut ke temboro(minta doa) saya kasihan melihat pelikiran orang orang sekuler, yang berasumsi bahwa hidup ini gax perlu peringatan orang lain … saya pesan kepada orang orang sekuler untuk banyak diam dan banyak ngeluarin pendapat yang ngelantur!!!!!daripada tambah dalem nerakanya…dakwah sampai mati, mati dalam dakwah

  18. mgs made agung Berkata:

    mas kira-kira kalo saya mau mondok disana gimana ya? saya kurang begitu tahu masalah biaya disana? kalo saya itu sangat ingin kesana> mas tolong bisa kasih tau rincian biaya untuk mondok disana ngak ya.

    • warME Berkata:

      Untuk mas made…maaf ane juga kurang begitu paham soal rincian biaya, tapi untuk biaya per-bulan sekitar 250ribu, selebihnya maaf ane kurang faham

  19. bagoes Berkata:

    BTW, ada rajam gak di kawasan temboro?…….

  20. Binti_Buch Berkata:

    sejauh saya menginjak temboro……….
    dimata saya temboro adl cahaya kedamaian,yang bahkan takkan anda dptkan di kampung halaman ataupn di rumah anda sendiri,dmn akan merasakan knikmatan dlm beribadah bersama,disaat harus meninggalkannya,maka hati begitu tersa berat tuk mengangkat kaki,seolah ada sayang dan cinta yang akan tertinggal disitu,disana kita akan menemukan rasa,rasa takut akan sebuah kemaksiatan,melihat yang bukan mahrom,bernyanyi,bahkan untuk terlambat masuk kelas pn anda merasa takut.dan disana kita akan menemukan sebuah fikir dan kefahaman,dmn akherat begitu nyata di depan mata,akherat begitu terasa dekat dan bayang2 hadirnya kiamat pun hadir dibenak jiwa,n disaat spt itu apa yang anda lakukan??apa anda masih berpikir untuk terus mengikuti mode baju2 terbaru sbgmn yang dilakukn anak2 remaja,atau berlomba2 terjun ke dunia entertainment,atau bercita2 tinggi utk skolah dan menjadi pengusaha besar??klo anda mati besok apa semua itu akan anda dptkn??

  21. nukles Berkata:

    Tp…temboro itu sring d’sebut jamaah tabligh yah???
    Kyknya byk yg pro N kontra tentang ajaran jamaah itu…

  22. Khairun Nisa Berkata:

    kapan iia aq bisa ke Temboro…

  23. dod Berkata:

    jamaah tabligh itu bukan ajaran
    tp gerakan orang islam untuk menumbuhkan semangat mengamalkan agama,dengan silaturahmi ke seluruh dunia

  24. andi Berkata:

    mudah2an di naggroe aceh darussalam jadi seperti kampung ini amin…. ya Allah…

  25. wahid Berkata:

    bagiku ” tetap tawadlu’,sopan, baik ucapan, perbuatan dimanapun, kapan saja dan dengan siapapun ” lebih-lebih norma2 yang berlaku di masyarakat jawa.karena letak pesantren di tengah2 masy. jawa, perlu dikembangkan sikap tasamuh dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. SYUKRAN

Tinggalkan Balasan