Sebelumnya saya mohon maaf kepada rekan sesama alumni bila tulisan saya ini dipersepsikan kurang baik terhadap Almamater maupun kepada Pimpinan Gontor.
Tulisan ini bukan membahas pemilihan presiden Gontor, karena memang tidak ada presiden di Gontor. Tapi ini adalah mengenai siapa calon presiden yang didukung Gontor pada pilpres Juli 2009 nanti.
Memangnya apa nilai tambah restu Gontor?. Sebagai orang awam, saya sendiri tidak tahu apa nilai tambah restu Gontor bagi para capres di tingkat elite politik. Namun saya pernah mendengar mitos bahwa restu Gontor dapat menyebabkan karir politik seseorang melejit.
Pada pilpres 2004, semua capres menyempatkan diri berkunjung ke Gontor. Frekuensi paling banyak di raih capres SBY dan cawapres Hasyim Muzadi sebanyak 2 kali. Bila SBY beralasan karena masih memiliki hubungan kekeluargaan dari silsilah ibu, maka Hasyim Muzadi menggunakan alasan Alumni. Lalu siapa diantara keduanya yang mendapat restu Gontor?
Entahlah!. Mungkin saja semuanya mendapat restu. Karena sejak kegagalan pemerintahan Abdurrahman Wahid, Gontor merahasiakan untuk siapa restunya. Praktis, hanya Gus Dur yang secara factual pernah mendapat restu dari Gontor.
Pada sidang MPR pemilihan presiden 1999, meski tidak disiarkan langsung secara visual. Proses penghitungan suara disiarkan lewat speaker-speaker di seantero asrama. Jam pelajaran sore pun mundur, bahkan beberapa kelas diliburkan.
Histeria santri terbawa oleh panas suasana sidang dan ketatnya perolehan suara antara Gus Dur dan Mega. Setiap biji suara untuk Gus Dur disambut teriakan “Allahu Akbar”, dan setiap pendukung Mega memekikkan kata “Merdeka” disambut koor “huuuuuuuu”.
Kemenangan yang dilanjtukan dengan perayaan syukuran kecil di Masjid Jami’ bersama Bapak Pimpinan selepas shalat Maghrib. Cerita indah tentang kenangan kebersamaan Gus Dur dan Pak Syukri (Bapak Pimpinan) sebagai kawan akrab dibagi kepada santri. Berdampingan dengan nasehat ke-mudharat-an presiden perempuan dan ke-haram-an hukumnya.
Entah karena Gus Dur lebih memilih mampir ke rumah (Alm.) Kyai Sahal ketika berkunjung, padahal biasanya tamu-tamu penting dijamu dirumah (Alm.) Kyai Zarkasyi. Sehingga mitos bahwa restu Gontor dapat melejitkan karir politik, justru berbalik arah. Gus Dur dipecat, dan Megawati dilantik. Gus Dur ganti dihujat dan restu ditransfer ke Mega.
Alasan Petinggi Gontor sederhana: Bukankan kita selama ini juga menyiapkan calon pemimpin-pemimpin Perempuan di Pondok Gontor Putri. Jadi tidak ada salahnya bila Megawati berkunjung menemui calon penerusnya yang sedang digembleng.
Tidak ingin meniru kesalahan Gus Dur yang datang dengan tangan kosong. Mega datang dengan membawa 100 komputer dan sebuah gedung pertemuan bernilai ratusan juta.
“Tahaadu…Tahaabuuu” (Berilah hadiah…dan akan tumbuh cinta)
Barang bawaan Mega itu, persis seperti Mas Kawin. Entah agar semakin akrab, atau untuk membeli fatwa haram presiden perempuan. Yang pasti tidak lagi terdengar bahwa presiden perempuan itu haram.
Jangan heran bila restu bisa berubah layaknya bunglon. Presiden Soeharto yang ketika berkuasa disanjung bahkan namanya masih terukir abadi di atas plakat peresmian Masjid Jami’. Ketika sudah lengser ganti dihujat dengan alibi tidak pernah memberikan pengakuan persamaan ijazah Gontor.
Bahkan acara pengunduran diri beliau, dijadikan “waktu libur disiplin”. Santri yang sehari-hari diharamkan untuk menonton televisi, disuguhi TV layar lebar untuk menonton langsung detik-detik lengsernya Soeharto. Plus teriakan takbir kemenangan “Allahu Akbar” ketika bubar.
Menarik untuk diikuti akan seperti apa nakalnya Gontor di PilPres 2009 ini. Saat ini SBY menjadi Presiden dengan frekuensi kunjungan terbanyak. Sedangkan Hidayat Nur Wahid adalah bakal Calon Wakil Presiden dengan status Anggota Badan Wakaf (MPR-nya Gontor)
PilPres 2009 juga menjadi ajang ujian bagi salah satu semboyan hidup Gontor
“al-mukhafazotu ‘alal qodimi sholih…..wal akhdu bil jadidi ashlah”
(Mempertahankan yang lama itu baik, tapi mengambil sesuatu yang baru, lebih baik lagi )
Semoga saya tidak salah mengartikan “aslah”. Karena dulu saya sering mengartikannya sebagai “assaddu salah” (lebih salah)
Yang harus diingat senakal-nakalnya Gontor, jangan coba-coba menjewer. Karena bisa kualat seperti Mantan Menteri Agama Said Agil Al-Munawwar. Saat bersilaturrahmi dihadapan para Santri Kelas Akhir dan Dewan Ustadz Gontor …….. Maaf terputus, karena saya tiba-tiba ingat untuk lebih baik pura-pura tidak ingat saja.

April 18, 2009 pukul 3:54 am |
“al-muhafazhatu ‘ala al-qodim al-shalih, wa al-akhzu bi al-jadid al-ashlah”, kalau gak salah itu bermakna: “mempertahankan peninggalan lama yg baik, dan membuat sesuatu yg baru yg jauh lebih baik”.
“restu” gontor apakah akan ada pengaruhnya? barangkali ada! karena jumlah santri yg ribuan ditambah dg alumninya yg tersebar di seluruh dunia, akan sangat memungkinkan para peminta restu itu mendulang suara…
apakah gontor plin-plan? entahlah… yg pasti menurut saya, gontor terlalu “cerdik” memanfaatkan keadaan, demi kepentingannya…
btw, ada apa dg said agil? apakah dia menjewer ente? penasaran neh…
>>>>>>
THANGKS atas koreksinya,n maaf critanya gak boleh dlanjutin karena udah jd rahasia umum
April 19, 2009 pukul 5:01 pm |
Perasaan pas pak harto mundur nggak ada tipi deh. Apa aku lupa ya?
>>>>>>>>
BERARTI ANDA KURANG MELIHAT,MENDENGAR DAN MERASAKAN SEHINGGA CEPAT LUPA
Juni 2, 2009 pukul 1:55 pm |
alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Gak Jelas?
Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.
Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.
Juni 16, 2009 pukul 6:46 pm |
waaaaaaahh w slalu kagum ma kata-kata unik al ach bak mi (kebetulan juga suka bakmi),,, kira kira boleh sharing donk nee… kasih ID donk.. kirim ke email Murt_625@yahoo.com
September 26, 2009 pukul 8:25 pm |
emagn apa yang terjadi dg ustad said agil munawwir