Singa Roma berhasil menarik scudetto. Hasil persaingan sengit keduanya bahkan berlanjut sampai musim berakhir. Meski mungkin gesekan antara Interisti dan Romanisti tak akan separah bila bertemu dengan Milanisti atau Juventini.
Di pertandingan terakhir para Romanisti dicekal untuk menemani timnya bertandang ke Catania, fanatisme boleh jadi tidak tersalurkan langsung ke lapangan. Tapi tergantikan oleh para simpatisan, yang tak rela Inter merengkuh Scudetto ke-15.
Skor sebelum pertandingan telah menunjukkan bahwa AS Roma berhasil unggul atas Inter Milan. Dengan skor yang sangat tipis 54:46, berdasarkan versi detiksport.com. Di dalam Stadion para supporter, detikforum.com. Kehadiran Interisti menjadi sia-sia, karena Milanisti dan Juventini lebih bersimpati kepada Roma, dan lagi-lagi Roma berhasil mengalahkan Inter dengan skor 51:49.
Sayang sekali, dunia bola bukanlah pilkada atau pemilu yang hasil quickcount-nya bisa dijadikan landasan kemenangan suatu pasangan. Tentu berbeda, karena ini adalah mentalitas juara.
Roma, sebagaimana Nero. Dia tidak akan pernah patah semangat meski berkali-kali gagal membakar kota Roma. Sebagaimana gunung yang takkan lari dikejar, seperti juga Inter, tak akan lari untuk disalip.
Parma - Inter (2-2) 3-3
Catania - Roma (1-0) 1-3

