Manchester United Juara!. Form is temporary, Class is permanent!

Form is temporary, Class is permanent!, demikian salah satu spanduk yang dipajang oleh  liverpudlian ketika final Liga Champions 2005 di Turki. Sebuah pertarungan dramatis yang akhirnya dimenangkan oleh Liverpool.

Menilik performa MU di awal musim boleh dibilang labil kalau tidak mau disebut buruk. Sampai dengan kemenangan 2-0 di bulan September, MU tak pernah menang lebih dari 1 gol. Bandingkan dengan performa Arsenal yang menawan sejak awal musim.

Hasil akhir membuktikan bahwa performa hanyalah sementara, bisa berubah. Betapa pun bagus anak-anak Arsenal memainkan bola, mereka tetaplah tidak sekelas dengan MU. Kasta-lah yang akhir berbicara dengan didukung oleh mental, konsistensi dan tradisi.

Bukankah klub terbaik Inggris secara historis adalah Liverpool?. Memang seharusnya The Reds lebih pantas juara. Tapi perbedaan kelas pelatih-lah yang akhirnya bicara dan membuat jarak poin MU dan The Reds sangat jauh.

Liverpool baru boleh berharap juara Liga Inggris jika mempunyai pelatih yang setara dengan Sir Alex atau Wenger, yang memiliki kepribadian, berjiwa Revolusionis! dan yang terpenting mempunyai pandangan tentang masa depan klubnya.

Di Spanyol, Barcelona menjadi kisah si pecundang yang semakin menyedihkan karena tertimpa tangga dua kali. Biarpun hebat para bintang gemerlapan di kubu el-Barca, kelas mereka tetaplah di bawah Real Madrid.

Bandingkan saja koleksi gelar Champions dan La-liga keduanya, maka akan sangat nampak betapa jauhnya kelas mereka berdua. Hanya historisitas Catalunya sajalah yang mampu menepuk dada el-Barca untuk menantang Madrid.

Di Italia, pertarungan puncak justru menghadirkan dua klub bukan dari kasta juara. Inter Milan yang selama ini menjadi pecundang sejati harus membuktikan diri bahwa gelar yang mereka dapat tahun lalu adalah bukan karena absenya Juventus dan dihukumnya Milan.

Juventus setidaknya sudah menunjukkan kelasnya sebagai “super Juve” dengan kembali ke Liga Champions setelah degradasi. Dengan berhasilnya Milan mendapatkan kembali tiket Liga Champion musim depan, membuktikan bahwa habitatnya adalah diantara Raja Eropa. Sedangkan Inter?

Namanya saja beda kelas, setelah jauh mampu meninggalkan kakak kelasnya (Juventus dan Milan). Inter Milan malah kewalahan menghadapi AS Roma yang nota bene baru merasakan scudetto 2 kali. Jadi, boleh dibilang pertarungan seri-A musim ini adalah antara klub yang mencoba naik kelas dan klub yang tidak mau dicap sebagai penjilat kesempatan.

Satu Tanggapan ke “Manchester United Juara!. Form is temporary, Class is permanent!”

  1. prayogo Berkata:

    Bicara soal bola, ini dia hobi saya. Dan berbicara soal liga inggris, memang MU jago saya. Sekedar informasi, pertandingan terakhir MU saya bela2in untuk menontonnya. Di rumah memang tidak ada Astro. Tetapi saya mensiasatinya dengan cara, pura2 cuci motor. Karena di tempat cuci motor tersebut ada jaringan Astronya.

    Ternyata yang melakukan hal tersebut bukan hanya saya. Banyak orang yang punya motor, dan ingin nonton bola, melakukan hal yang sama dengan saya. Gila memang, malam itu ada 100 orang (mingkin) yang nonton bola di tempat cucian motor tersebut.

    Perjuangan saya tidak sia2, akhirnya MU JUARA LIGA INGGRIS UNTUK MUSIN 2007/2008.

    SUKSES BUAT MU….

    >>>>>>>>>>>>
    tinggal 1 lagi
    Liga Champions
    Red Devils versus Blue Devils
    ooyaaa
    saya malah cuma nonton di you tube
    disini mahal bgt
    gak ada nonbar juga

Tinggalkan Balasan