PKB Memisahkan Bangsa, Memecah Jawa?

Besarnya jumlah golput dalam pilkada di berbagai daerah disikapi dengan serius oleh KPU. KPU kemudian mengeluarkan undian berhadiah 1 milyar, bagi pencoblos yang beruntung. Trik ini kemudian sukses menarik niat calon pemilih untuk datang ke Tempat Pencoblosan Suara (TPS).

Partai-partai politik berhasil mendapat gambaran pasti tentang masyarakat golput. Mereka kemudian dengan serius mempelajari strategi apa yang paling ampuh. Studi kemudian menunjukkan bahwa rakyat Indonesia sedang mengalami krisis pangan. Maka serangan fajar adalah teknik jitu untuk menang.

Sebelumnya, kisruh di tubuh PKB akhirnya padam setelah masing-masing pihak suskes menggelar MLB. Hasil PKB setiap versi MLB berhasil lolos verifikasi Depkumham, sehingga berhak mengikuti pemilu. Bahkan dalam undian nomor urut, mendapat nomor berurutan.

Para golput yang sebelumnya berikrar tidak akan mengikuti pemilu, akhirnya dengan sukarela datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan senyum kemenangan karena berhasil mendapatkan uang yang melebihi kantong dari setiap serangan fajar yang dilakukan setiap parpol. Dan dengan harapan menjadi milyarder baru Indonesia.

Setelah sabar mengantri, akhirnya para kaum golput sampai ke bilik pencoblosan. Begitu membuka kertas suara, perasaan mual, muntah, sekonyong-konyong datang seiring dengan kembalinya memori tentang kebejatan nama-nama calon legislator yang terpampang. Keadaan bertambah parah ketika ingatanya kembali pada setiap janji yang diberikanya kepada orang-orang yang bertamu di pagi buta hari ini. Pening yang dirasakan semakin menusuk kepala karena dia mencoba mengingat nama partai yang tercantum di amplop.

Dalam keadaan gontai dan limbung, mata yang kabur hanya bisa menangkap visual sebuah gambar kembar PKB di kertas. Coblosan langsung diarahkan pada si kembar, tidak sekali, tapi dua kali. Karena merasa bahwa coblosan yang pertama tidak kena.

Hasil akhir pemilu 2009 kemudian diumumkan dengan kemenangan kembar sebanyak 60% untuk PKB, Cak Imin 60%, Gus Dur 60%. Partai politik yang lain hanya gigit jari, karena hanya mendapatkan total 40%. Protes bermunculan tapi segera redam, karena ada harapan bahwa pilihan presiden berbeda.

Dua kubu PKB dengan pede mencalonkan jagonya masing-masing. Karena tidak memenuhi kuota 20%, maka partai-partai lain hanya bisa mengajukan calon wakil presiden.

Karena putaran pertama pilpres berakhir seri 50% : 50 %, ternyata tidak berubah ketika pilpres putaran kedua yang juga berakhir sama. Jadilah Indonesia memiliki dua presiden kembar, karena Mahkamah Konstitusi juga menetapkan hasil pilpres.

Gus Dur yang kembali terpilih sebagai presiden, mendapatkan bisikan bahwa dialah presiden dan pemenang satu-satunya pilpres yang sah. Kemudian mengingat bahwa Jakarta selalu dilanda banjir dan bedasarkan masukan para penasehatnya dibidang ekonomi, sosial, politik dan keamanan. Ibukota kemudian dipindahkan ke Madiun, mengingat besarnya jumlah pesawat tempur yang terparkir nganggur disana.

Cak Imin kemudian juga memindahkan Ibukota karena ancaman kudeta dari militer yang gerah dengan instabilitas negara. Berdasarkan kajian sosial, politik dan keamanan, Surabaya dipilih sebagai Ibukota versi Cak Imin.

Jakarta yang sedang vakum kekuasaan kemudian benar-benar dikuasai militer dan tetap ditetapkan sebagai satu-satunya Ibukota. Para penduduk Indonesia di luar Jawa yang gerah dengan segala tingkah polah di dalamnya, kemudian bersatu padu mengusir status pulau Jawa dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menunjuk Makasar sebagai Ibukota yang baru.

Akhir segala kisruh ini, kemudian disosialisasikan oleh anak-anak SD dengan bernyanyi :

  • Dari Sabang sampai Merauke….kecuali pulau Jawa
  • Sambung menyambung menjadi satu….kecuali pulau Jawa
  • ……………..

6 Tanggapan ke “PKB Memisahkan Bangsa, Memecah Jawa?”

  1. Faradina Berkata:

    Pertamaaaaaa……..!!!
    Kirain tadi berita politik betulan. Ternyata cuma fiksi politik.
    Sekedar ngasih tau aja, blog ini sudah aku link.

  2. azaxs Berkata:

    Yup, postingan menarik mas…. tapi emang rada gimana.. hehe…
    Ooo sampean seangkatan dengan M.Noer n Pindi.. M. Noer masku, sekarang di mesir.. bloge http://emnoer.co.cc

  3. antokoe Berkata:

    drama PKB tiap mau pemilu, itung2 pemanasan 2009. boleh juga ceritanya, tapi ending nyeremin. lam kenal

    >>>>>>>>
    salam kenal balik
    wahh..tapi klo yang kali ini bukan pemanasan lagi
    tapi dah kebakaran
    anehnya kok ya masih berani jual tampang
    padahal dah gosong

  4. kaitokid724 Berkata:

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/pkb_memisahkan_bangsa_memecah_jawa_

  5. Landy Berkata:

    :)

  6. aliyulwafa Berkata:

    walah… walah…. keopo nek awak-awak ngGawe negoro dewe wae, ReJo (Republik Jowo).

Tinggalkan Balasan