TKW Dibunuh dan Dibakar di Qatar

Seorang TKW bernama Yayah Trisma Zanida (28 tahun) asal Jawa Barat yang sedang mengandung 7 bulan ditemukan tewas mengenaskan pada 16 Maret 2008. Korban dibunuh dan dibakar oleh kekasih korban yang bernama Ala’ Mahmud Abdul Baqi (22 tahun) warga negara Mesir yang berprofesi sebagai public relation pada sebuah perusahaan swasta.

Korban yang sebelumnya pernah bekerja di Kuwait dan Arab Saudi jatuh cinta dan menjalin hubungan gelap dengan tersangka sejak Februari 2008. Hubungan ini tanpa sepengetahuan majikan yang menggajinya 550 riyal per bulan. Dan sudah bekerja selama 1 tahun 3 bulan di Qatar.

Kondisi rumah yang kosong pada pagi hari dimanfaatkan keduanya untuk menjalin hubungan suami istri, hingga korban hamil. Tersangka kemudian menolak bertanggung jawab dengan alasan usia kehamilan korban melebihi usia pacaran mereka.

Korban merasa malu dengan kehamilanya karena kebaikan majikan padanya. Kemudian memutuskan kabur dan menyangka bahwa Qatar adalah sebagaimana Kuwait atau Arab Saudi yang bebas keluar masuk seenak udel. Karena mentok, korban lalu menghubungi tersangka meminta pertanggung jawabanya lagi.

Tersangka berpura-pura setuju dan kemudian menjemput korban lalu membawanya ke flat kosong, setelah sebelumnya merencanakan pembunuhan dan mensurvei flat kosong tersebut. Serta menyediakan satu jerigen bensin.

Mereka berdua masuk ke dalam flat melalui jendela tempat AC yang memang terbuka karena AC tidak terpasang. Sedangkan pintu terkunci dari luar dan tanpa sepengetahuan pemilik flat yang tinggal disebuah rumah disampingnya.

Korban menuruti permintaan tersangka yang katanya kebelet, dengan tidur di karpet. Sejurus kemudia tersangka kemudian mencekik korban. Setelah yakin dengan kematian korban, tersangka menyiramkan bensin dan membakarnya.

Meski berhasil kabur dari kobaran api melewati jendela. Api ternyata berkobar lebih besar dari yang tersangka kira hingga melukai wajah, tangan, pundak dan kaki.

Letak lokasi yang dekat dengan pusat pemadam kebakaran mempercepat langkah petugas untuk menjangkaunya setelah menerima laporan dari pemilik flat. Sehingga tubuh korban tidak hangus parah dan masih dapat diambil sidik jari.

Dari sidik jari korban, polisi dapat melacak majikan korban. Karena korban tidak mempunyai ponsel, polisi melacak dengan memanfaatkan rekaman telepon rumah majikan. Dari rekaman itulah didapatkan nomer ponsel tersangka.

Setelah sempat berbelit-belit dengan berbagai alibi, tersangka akhirnya mengakui perbuatanya dan terancam dengan hukuman mati.

6 Tanggapan ke “TKW Dibunuh dan Dibakar di Qatar”

  1. petak Berkata:

    Buruh migran kita harus punya perlindungan hukum yang baik di negeri orang,
    jangan sampai kasus seperti ini menjadi hal yng biasa kita dengar.

    >>>>>>>
    Undang-undang apa to yang belum Indonesia punya?
    Semakin banyak UU, semakin banyak alasan untuk tidak bekerja

  2. marsini Berkata:

    begitu tragisnya nasib TKw indonesia ini. jadi miris membacanya.

  3. kaitokid724 Berkata:

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/tkw_dibunuh_dan_dibakar_di_qatar

  4. mybenjeng Berkata:

    hadooh…
    hukuman mati setimpal tuh…

    >>>>>>
    kayaknya sih fifty-fifty
    soalnya, Jaksanya, Hakimnya semuanya orang mesir
    orang Qatari asli mah cuma penonton di negeri sendiri

  5. natazya Berkata:

    MARAH! MARAH! MARAH!

    ini nih yang bikin LSM pembela perempuan tertindas jadi PANAS!

    ahhhhhhhhhhhh

    ketidakadilan yang menjijikan!

    kalo sampai ga terhukum juga mah…

    semoga yang ga menghukum ikut terbakar!

  6. Agunk Berkata:

    Waduuuuhhh… kok ngeri amat seh hidup di Qatar.. padahal aku berencana tuk berangkat ke kerja disana.. kok sepertinya yang aku baca negatif (-) semua.. apa rata rata kehidupan disana seperti itu..???

    >>>>>
    Tenang aja, masih banyak kok kelebihanya
    banyak kok kelebihanya
    panas yang berlebihan sampai 50 derajat
    dingin yang juga berlebihan sampai 5 derajat
    dan copet yang juga berlebihan…terutama di terminal bis
    pedagang asongan juga mulai berlebihan
    harga-harga juga sudah berlebihan mahalnya
    kalau gaji emang ada yang kelebihan

Tinggalkan Balasan