May Day, demikian dunia menyebutnya sebagai hari buruh. Aneka kegiatan digelar untuk mengatakan pada khalayak bahwa hari ini adala hari libur. Di Qatar, para pekerja diliburkan langsung atas perintah permaisuri raja. Di Jakarta para buruh menggelar demo menuntut kesejahteraan buruh. Pemerintah juga menetapkan hari
Sedangkan di Jogja tepatnya di jalan Malioboro, drama sesungguhnya terjadi. Seorang Ibu tanpa suami yang tengah hamil 7 bulan dipaksa bekerja diluar peri kemanusiaan. Demi mengeruk uang di masa panen banjir wisatawan musim libur. Dengan upah hanya seonggok makanan pokok.
Klimaks terjadi ketika sang Ibu menggelepar di tengah jalan Malioboro, memacetkan para mobil. Mengundang para tukang becak, wisatawan. Kemudian mengatakan kepada semua, bahwa masih banyak penduduk negeri ini yang diperbudak demi memuaskan yang lain. Gosokan balsem para pahlawan kesiangan tak manjur karena sebelumnya dia tak mengenal makna pijatan penyembuh lelah
Mulut tak lagi mampu mengatakan betapa perih penderitaanya, hanya matanya yang kosong berurai air mata mewakili. Detik berlalu lalu dia pun mati menjadi kisah masa lalu yang akan cepat terlupakan. Tanpa memberikan warisan kebebasan pada anaknya dan kaum yang diperbudak.

Mei 2, 2008 pukul 10:16 am
Kuda betina bunting juga di bilang Ibu :p
>>>>>>>
lho kan
Ibu-nya anak kuda
Ibu-nya anak sapi
ya itu kan karena kemiskinan bahasa Indonesia
coba klao bahasa Jawa
cukup dibilang
BABON