April 30, 2008
Perkembangan virus PKB (Perpecahan Keluarga Besar) semakin dahsyat, tingkat kekritisan juga semakin meningkat. Terbaring tak berdaya di ruang unit gawat darurat (UGD). Sembari terus mengigau tentang penyebab penyakitnya dan mengumpat orang-orang terdekatnya karena telah lalai merawat.
Penyakit yang sebenarnya tidak menular itu kemudian bermutasi menjadi menular. Langsung tepat kepada objek yang sedang menjenguk karena prihatin, langsung tanpa kontak langsung. Beberapa yang sehat kemudian ikut menyusul sakit bahkan lebih kronis sampai mendekati maut, suul khatimah.
Baca entri selengkapnya »
19 Tanggapan |
Berita, Teropong | Ditandai: Agama, Berita, Gontor, IKPM, Islam, Kriminal, Opini, PAGON, pendidikan, Perbedaan, Pesantren, Politik, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 30, 2008

Sengaja bercinta pada bulan purnama, menghindari atau justru melakukan gaya tertentu saat berhubungan badan, banyak dilakukan pasangan yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu.
Mitos-mitos tersebut belum pernah dapat dibuktikan kebenarannya dari segi ilmu pengetahuan, namun satu tim peneliti membuktikan hubungan antara makanan sang calon ibu dengan jenis kelamin bayi dalam kandungannya.
Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan |
Berita | Ditandai: Artikel, Berita, Hamil, Kesehatan, Opini, Seks, Seksologi, Sosial, Tips |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 29, 2008
DIDIKAN PREMAN TERMINAL
Oleh: (Y.CHANDRA MUAS)
2002-04-02 10:50:52

(Pengantar Redaksi : Pada bagian-I Gempar menceritakan pertemuan ibunya ,Ny Jetje Langelo dengan Bung Karno di Manado.Dari perkawinan mereka lahirlah Gempar yang sejak kecil harus berpisah dengan sang ibu.Ia pun menjalani kehidupan yang penuh penderitaan akibat janji sang ibu untuk memegang amanat Bung Karno. Dan foto diatas adalah Gempar itu sendiri, bukan penulis.)
Saat remaja Gempar tumbuh menjadi pemuda kekar, gagah dan cerdas. Iapun mulai dilirik para gadis. Namun ia lebih suka bergaul dengan preman pasar atau berkutat di laboratorium sekolah.”Saya minder bertemu lawan jenis,” ujar Gempar yang percobaannya menggemparkan sekolahnya dan urung menjadi mahasiswa kedokteran ini.
Sejak Gempar berusia 10 tahun, ibunya , Ny Jetje mulai sering berkunjung ke rumah ibu Mince, tempat Gempar dititipkan. Minimal tiga bulan sekali, sekedar menengok anaknya. Pada kunjungannya Jetje sesekali memberi uang untuk bayar SPP dan uang jajan seadanya.Namun ia tidak pernah bermalam. Pagi datang, sorenya kembali lagi ke kampung.
Baca entri selengkapnya »
3 Tanggapan |
Berita | Ditandai: Artikel, Berita, Capres, Partai, Politik, Sejarah, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 28, 2008
Memasuki pemilu 2009, Perpecahan Keluarga Besar (PKB) tidak hanya menyerang pada partai-partai politik. Tapi juga sebuah pondok yang sejak lahir selalu menjaga independensi dari dunia politik juga ikut tertular. Persatuan Alumni Gontor (PAGON), demikianlah nama kubu baru yang mencoba untuk mengayomi dan memersatukan alumni Gontor.
Baca entri selengkapnya »
10 Tanggapan |
Berita, Teropong | Ditandai: Agama, Berita, hikmah, Islam, Opini, pendidikan, Pesantren, Politik, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 27, 2008
(Tulisan ini adalah copy-paste dari www.kartini-online.com 6 tahun yang lalu, berhubung yang bersangkutan telah almarhumah, saya hanya ingin agar kabar ini tidak mati juga)
Belum banyak yang tahu, bahwa Bung Karno punya seorang putra hasil pernikahannya dengan Ny Jetje Langelo (70 tahun), putri petani kopra Desa Lembean, Manado, Sulawesi Utara.
Sesuai amanat Bung Karno, anak yang diberi nama Mohammad Fatahillah Gempar Soekarno Putra tersebut (kini berusia 44 tahun), ‘disembunyikan’ ibunya pada sebuah keluarga, kemudian diberi nama lain, yakni Charles Christofel.
Baca entri selengkapnya »
17 Tanggapan |
Berita | Ditandai: Artikel, Berita, Hukum, Indonesia, Politi, President, Sejarah, Soekarno, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 27, 2008
Penjahat Kerja Indonesia (PKI) demikian saya menyebutnya, mereka ini adalah oknum busuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berusaha mencari keuntungan dari penderitaan sesama TKI. Model-model PKI sering beraksi di dalam negeri, Malaysia dan Arab Saudi yang jumlah TKI sangat banyak. Mereka ini biasanya merasa sudah berpengalaman dengan seluk beluk negeri asing tempatnya bekerja maka digunakanlah pengalamanya itu untuk menyengsarakan saudaranya sebangsa, biadab!.
Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan |
TKI di Qatar | Ditandai: Artikel, Berita, Hukum, Perkosaan, Politik, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 26, 2008
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).
Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia .
Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia,Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan “judul It’s Time for the World to Change”.
Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan |
Berita | Ditandai: Berita, Hukum, Indonesia, Kapitalis, Politik, Siti Fadhilah Supari, Sosial, WHO |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 25, 2008
Masalah percintaan lagi, emang dasar anak muda. Tulisan ini dibuat bukan karena dasar keputus asaan atau karena ngiri dengan Fahri yang kok begitu mudah menikah. Begitu ada niat menikah, telpon ibunda langsung dapet tiga lagi. Biarkan si Fahri tetap hidup karena memang dia hanya imajinasi.
Permasalahan sekarang adalah kenapa seorang anak manusia ada yang begitu mudah mendapat jodoh dan ada yang susah. Konteksnya adalah jodoh bukan pacar. Kalau pacar siapapun pasti bisa dapet asal ngebet dan mepet.
Perkara jodoh menjadi susah karena zaman telah kebalik. Paradigma zaman edan saat ini adalah anak mencarikan besan buat orang tuanya. Bukan orang tua yang mencari menantu buat anaknya. Jadinya, PDKT justru dirasakan oleh dua pasangan orang tua, dan kemesraan karena pernikahaan bukan lagi milik pasangan yang menikah. Jadi yang menikah sopo?
Sungguh Beruntung bagi sosok seperti Fahri yang dikerumuni gadis siap sunting tanpa mikir paradigma di atas. Karena Aisha anak yatim tak punya Ibu, Maria juga tak punya bapak dan Orang tua Nurul juga jauh di Indonesia. Jadi Fahri tak perlu repot-repot sowan ke calon ibu mertua atau bapak mertua untuk dita’arufkan dengan ibu-bapaknya.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Opini | Ditandai: Agama, Ayat-ayat Cinta, Hukum, Jodoh, Opini, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 25, 2008
Tak perlu saya sebutkan tanggal berapa dan bulan apa. Dan tak penting apakah forum tersebut formal atau hanya makan-makan, ataukah orang yang mengapit anda adalah ketua MPR dan Duta Besar RI.
Terserah mau sama atau tidak setidaknya inilah yang anda ucapkan:
Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan |
TKI di Qatar | Ditandai: Hukum, Indonesia, Politik, Qatar, Sosial, TKI di Qatar, TKW Qatar |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 23, 2008
Sebut saja namanya Arif, 50 tahun, warga Indonesia ini adalah contoh dari kejamnya sistem perbankan, keimigrasian dan ketenagakerjaan Qatar. Saat ini dia mendekam dipenjara Kepolisian Metro Doha untuk menjalani vonis 3 bulan penjara dan deportasi. Ini adalah orang melayu kedua yang penulis temui terjerat masalah kredit macet setelah sebelumnya juga ada satu warga Malaysia dengan kasus yang sama.
Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan |
TKI di Qatar | Ditandai: Buruh, Hukum, Hutang Bank, Indonesia, Politik, Qatar, Sosial, TKI, TKI di Qatar |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 22, 2008
Entah niat apa dibalik keputusan manajemen International Islamic Bank of Qatar (IIBQ) saat menelurkan program ini. Memberikan pinjaman sosial untuk biaya pernikahan. Lebih aneh lagi, program ini hanya dikhususkan hanya untuk yang berkewargannegaraan Qatar (Qatari).
Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan |
Ekonomi Islam | Ditandai: Bank Islam, Bank Syari'ah, Ekonomi Islam |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 21, 2008
Al-Qur’an tentu adalah buku yang harus saya tempatkan pada nomor satu dalam daftar favorit saya. Hati ini akan dikuasi emosi jika dalam waktu 24 jam tidak saya baca. Apalagi ditambah dengan lingkungan kerja yang full orang Arab yang kasar dan malasnya minta ampun.
Setelah al-Qur’an saya meletakkan buku “bidayatul mujtahid” sebagai kitab terfavorit saya. Selain untuk melihat permasalahan fiqiyah, sosok pengarangnyalah yang mendorong kecintaanku pada buku ini, Ibnu Rusydi. Bukan karena dia diakui keilmuannya di dunia barat, tapi karena kebijaksanaan pemikiranya dalam menyikapi perbedaan.
Dalam perjalanan keilmuan Islam, hasil pemikiran Ibnu Rusdi (Rusydian) meredup setelah terjadi perdebatan panjang dengan bapak Imam Ghozali. Karya-karya Ibnu Rusydi dalam bidang agama kemudian ditinggalkan seiring dengan stempel menyimpang dari mainstream Islam.
Tidak perlu berandai-andai bila pendahulu kita bermadzhab “Rusydian”, tentu kita yang akan menikmati kemajuan di zaman modern ini, bukan bangsa barat. Karena toh Jepang yang tidak mengenal aviroess juga bisa maju!. Menyalahkan kaum Ghozalian juga bukan merupakan kepribadian Rusydian.
Cara berfikir Rusydian adalah bagaimana kita tidak mempermasalahkan perbedaan dalam Islam. Yang perlu menjadi masalah adalah apa karya kita untuk Islam. Tentu bukan dalam hal bereksperimen atau mengotak-ngatik Islam. Islam bukan turun kemaren sore, dia sudah kenyang makan asam garam dan sekarang sudah menjadi sajian tinggal dinikmati saja.
Tidak diperlukan lagi pemikiran bagaimana caranya memisahkan bumbu-bumbu yang sudah teracik di piring (Salafi). Bila anda tidak suka dengan cara makan orang disekeliling anda, anda tidak perlu melemparkan piring (FPI). Anda juga tidak perlu mencaci juru masak atau pramusaji bila ternyata kurang pedas, asam, manis atau asin (JIL).
Bukankah ada saos tomat, kecap, garam, sambal merica di meja. Jika kemudian mencret karena bumbu tambahan anda sendiri ya itu resiko anda, jangan salahkan juru masak. Sekarang yang harus anda lakukan adalah, bagaimana memikirkan untuk menghadirkan segelas minuman, krupuk, lalap, atau menu tambahan lainnya untuk melengkapi menu anda biar lebih nikmat selama menyantap.
Demikian Ibnu Rusydi berfikir, tidak perlu menambah ijtihad dalam masalah fiqh karena sudah ada empat Imam. Yang diperlukan adalah bagaimana memperkaya keilmuan Islam dari luar. Untuk itulah beliau undang Aristoteles dan masih banyak lagi untuk datang memberikan jamuan ilmu demi kemajuan Islam dan lahan fi sabilillah bagi para penuntut ilmu yang keluar dari rumah.
Bila Pramusaji restoran mengatakan bahwa semua makanan gratis, anda tidak akan melewatkan apa yang tersedia. Sebagaimana Rasulullah yang tidak pernah mendikotomi ilmu, maka proses menuntut semua ilmu adalah Ibadah dan mati dijalannya pun adalah syahid. Tentu bila dibarengi dengan niat Ibadah dan lii’laai kalimatillah.
Leave a Comment » |
Rusydian | Ditandai: Agama, Aviroess, Gontor, Hukum, Ibnu Rusydi, Imam Ghozali, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh warME
April 21, 2008
Sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa membuat buat hal baru yg baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yg buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan makna Bid’ah hasanah dan Bid;ah dhalalah
2 Tanggapan |
Sabda Nabi | Ditandai: Agama, Bidah, Hadis, Hukum, Islam |
Permalink
Ditulis oleh warME